( +62) 222 7612 165 info@shariagreenland.com

Seiring dengan tingginya spirit gaya hidup halal di kalangan masyarakat Indonesia, saat ini hunian islami semakin populer. Peningkatan hunian berkonsep islami tidak hanya terjadi pada developer syariah saja, namun juga developer konvensional. Karena saat ini tidak sedikit pengembang konvensional yang mulai melirik hunian islami. Lalu seperti apa hunian islami itu sebenarnya?

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa Islam tidak hanya menekankan aspek ritual ibadah saja, tetapi juga segala lini kehidupan termasuk dalam hal urusan tempat tinggal. Berbicara tentang rumah, menurut hadits Nabi yang terdapat pada Kitab Adabul Munfrad karya Imam Bukhari, disebutkan bahwa rumah merupakan salah satu sarana untuk mendapatkan kebahagian di dunia.

hadits tentang cara mendapatkan kebahagiaan dunia

Hakikatnya, kebahagiaan merupakan ketentraman dan kedamaian yang dirasakan oleh seorang hamba. Ada banyak indikator untuk mengukur kebahagiaan di dunia. Menurut Ibnu Abbas RA, ada 7 indikator untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia ini.

 

7 Indikator Kebahagiaan di Dunia

1. Qolbun Syakirun

Qolbun syakirun dapat didefinisikan sebagai hati yang selalu bersyukur. Artinya, selalu menerima apapun yang Allah berikan (qona’ah) dengan ikhlas, sehingga tidak akan terkena stres.

Ketika Allah anugerahkan nikmat dan kesenangan, maka orang yang qolbun syakirun akan senantiasa ikhlas dan bersyukur seraya memuji Allah. Dengan bersyukur Allah berjanji akan menambahkan nikmatNya.

hadits tentang Qolbun Syakirun

Ketika orang tersebut terkena musibah, maka ia akan berdoa supaya musibah tersebut menjadi penggugur dosa baginya. Selain itu manusia diharuskan untuk selalu bersyukur atas musibah tersebut, karena salah satu hikmah dari adanya musibah, ia akan bisa lebih khusyuk untuk mendekatkan diri dengan Allah.

hadits tentang Qolbun Syakirun

Maka itu, orang yang qolbun syakirun, ketika diberikan kesenangan mau pun diberikan kesusahan, akan tetap menjadi kebaikan bagi dirinya. Maka beruntung lah orang – orang yang pandai bersyukur kepada Allah atas apapun ketentuan yang telah diberikan kepadanya.

 

2. Al Azwaju Shalihah (Pasangan Hidup yang Shalih)

Cinta dan kasih sayang merupakan pembahasan yang tidak akan pernah ada habisnya. Ketika kita membicarakan manusia, kedua sifat ini tidak akan pernah bisa dilepaskan. Karena memang rasa cinta dan kasih sayang adalah fitrahnya manusia. Sebagai agama yang kaffah, Islam memperhatikan betul mengenai hal ini. Ada domain khusus yang telah Allah sediakan untuk “memfasilitasinya”, yaitu pernikahan.

Soal pemilihan jodoh Islam sudah rambu – rambu tersendiri. Rasulullah memberikan nasihat untuk mempertimbangkan 4 hal ketika memilih jodoh, yaitu harta, kedudukan, rupa, dan juga agamanya. Dan pasangan terbaik menurut Rasulullah adalah yang paling baik agamanya.’

hadits tentang Pasangan Hidup yang Shalih

Jika Anda telah dikaruniai pasangan hidup yang shalih/ shalihah maka bersyukurlah. Karena selain bisa mendatangkan kebahagiaan, namun juga bisa menciptakan keluarga dan suasana rumah yang sholeh.

 

3. Al-Auladul Abrar ( Anak yang Sholeh/ Sholehah)

Ketika membangun rumah tangga, tentunya kita tidak hanya berbicara mengenai pasangan hidup saja, melainkan anak juga. Diberikan amanah anak yang sholeh merupakan salah satu bentuk karunia yang besar. Ia berpotensi menjadi penyelamat, baik di dunia maupun akhirat.

hadits tentang Anak yang Sholeh

Anak yang sholeh tidak serta merta Allah berikan kepada orang tua tanpa melakukan Ikhtiar. Untuk mencetak generasi yang shalih/ shalihah, kita sebagai orang tua tentunya perlu melakukan tarbiyyah kepada anak – anak dalam bentuk keteladanan, akhlak mulia, dan juga keimanan.

Disisi lain, selain menjadi orang tua, tentunya kita juga tetap memiliki posisi sebagai anak bagi kedua orang tua kita. Meski kebaikannya tidak akan pernah bisa terbalaskan, namun kita dituntut untuk selalu berbuat baik kepada keduanya. Jika mereka telah meninggal, maka wujud bakti kepada mereka bisa berupa doa ataupun menyambung silaturahmi kepada kerabat dan juga teman orang tua.

 

4. Al Baiatu Shalihah (Lingkungan yang kondusif untuk keimanan kita)

Suka tidak suka, diakui atau tidak, lingkungan merupakan salah satu aspek yang membentuk kepribadian diri kita. Ketika berada di lingkungan orang-orang yang shalih tentunya akan mempermudah kita dalam melakukan berbagai kebaikan dan juga meningkatkan iman kita.

Maka tidak heran jika ada ungkapan bahasa Arab “Al-Jaar qobla ad-Daar”, pilihlah tetangga dahulu sebelum membeli atau membangun rumah. Rasulullah pun memberikan nasihat supaya kita berhati-hati dalam memilih tetangga atau lingkungan. Misalnya di salah satu hadits yang berbunyi:

hadits tentang Lingkungan yang Sholeh

 

5. Al Malul Halal (Harta yang Halal)

Perkara harta, Islam tidak terlalu mempermasalahkan kuantitas, melainkan kualitas, halal dan berkah. Meskipun jumlahnya banyak, jika tidak berkah apalagi tidak halal akan habis tanpa arti. Harta tersebut tidak menambah nilai kebaikan pada pemiliknya.

Berbeda dengan harta halal dan berkah, meskipun jumlahnya sedikit namun akan menambah kebaikan kepada pemiliknya. Selain itu harta yang halal akan menjadikan doa – doanya makbul. Dalam satu haditsnya dikisahkan ada seseorang yang sedang berdoa dengan mengangkat tangannya dengan penuh harap, namun Rasulullah berkata, bagaimana bisa doa tersebut dikabul.

hadits tentang Harta yang Halal

 

6. Tafakuh Fid-Dien (Semangat Untuk Memahami Agama)

Ada kabar gembira dari Rasulullah bagi orang yang senang memperdalam ilmu agama,

hadits tentang Semangat Untuk Memahami Agama

Dari hadits ini terlihat bahwa orang yang faqih dalam ilmu agama adalah semata-mata karena Allah menginginkan kebaikan pada orang tersebut. Bisa faqih ilmu agama tentunya memerlukan persyaratan yang tinggi, yaitu hati yang bening dan akidah yang lurus. Sehingga ketika belajar Al Qur’an dan Hadits akan diperoleh pemahaman yang benar.

 

7. Barakatun fii umuurika (Umur yang Barokah)

Barokah bisa diartikan sebagai bertambahnya nilai kebaikan. Maka, bertambahnya umur seseorang bisa dikatakan barokah jika kepribadiannya semakin baik, semakin mendekatkan diri kepada Allah, semakin semangat dalam mengikuti majelis-majelis ilmu, serta semakin kuat tekad untuk menghindari hal yang sia-sia.

Atas dasar ketujuh indikator inilah Hunian Islami hadir untuk masyarakat muslim yang mendambakan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Saat ini mulai banyak developer properti syariah yang menawarkan konsep Hunian Islami.

 

Adakah Contoh Hunian Islami yang Sudah Terbangun?

Salah satu developer properti syariah yang sampai saat ini konsisten menawarkan konsep Hunian Islami adalah PT. Sharia Green Land. Developer yang telah berdiri sejak awal tahun 2015 ini telah dan sedang menjalankan 7 proyek yang tersebar di beberapa wilayah. 5 diantaranya berlokasi di Bandung

  • Sharia Islamic Soreang
  • Sharia Islamic Highland
  • Sharia Islamic Cimuncang
  • Sharia Dago Village, dan
  • Pesona Giri Mekar

Sedangkan dua proyek lainnya berlokasi di luar Bandung, diantaranya di Tanjung Sari dan Purwakarta, yaitu:

  • Jannati Residence Kutamandiri
  • Puri Nirana Cigelam

PT. Sharia Green Land tidak hanya menargetkan penjualan rumah saja, tetapi juga memiliki cita – cita untuk membangun kawasan yang islami. Developer ini menamakan konsep tersebut sebagai Hunian Islami Terintegrasi. Hal tersebut dapat dilihat dari sistem transaksinya yang sesuai syariah, penghuninya muslim, lingkungan dan suasananya islami, serta fasilitas dan sarana yang juga islami.

Sistem Transaksi Syariah

Sistem transaksi yang digunakan sesuai syariah, karena tidak ada unsur riba, tidak ada sita, tidak ada denda, tidak ada akad bermasalah, serta tidak ada pembiayaan bank. Saat ini ada banyak developer yang menawarkan sistem transaksi syariah, namun realisasinya ada yang masih menggunakan pembiayaan bank (syariah) dan ada juga yang tidak melibatkan bank sama sekali. PT. Sharia Green Land ini termasuk salah satu developer yang tidak melibatkan bank sama sekali.

Baca juga: KPR Bank Syariah, Patut Diapresiasi, Namun Masih Perlu Dikritisi

Penghuninya Muslim

Sharia Green Land tidak semata – mata berorientasi pada profit, tetapi juga selektif dalam memilih calon pembeli, yang syaratnya adalah seorang muslim. Salah satu tujuannya adalah untuk turut berkontribusi dalam syiar Islam.

Lingkungan dan Suasana Islami

Dalam rangka membangun kawasan islami, maka diterapkanlah budaya islami di lingkungan perumahan yang dibangun oleh PT. Sharia Green Land ini. Budaya islami tercermin pada pola interaksi saling tolong menolong (ta’awun), saling menghargai (tasamuh), saling menjalin tali silaturahmi, serta menutup aurat sesuai syar’i.

Tidak hanya itu, untuk memfasilitasi warganya yang semangat dalam mendalami ilmu agama, sering diadakan kajian rutin di masjid, dan sekolah tahfidz untuk anak anak.

Fasilitas dan sarana

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari tentulah suatu hunian islami memerlukan berbagai fasilitas pendukung, seperti Masjid, Taman, One Gate System, Lapangan olahraga, dan lain sebagainya. Maka penyediaan berbagai fasilitas ini tidak luput dari perhatian PT Sharia Green Land.

Maka itu, bagi setiap muslim yang memimpikan Hunian dengan nilai islami, bisa menjadikan Hunian Islami Terintegrasi dari Sharia Green Land, sebagai pilihan solusi yang selama ini dicari. Alangkah indahnya memiliki rumah, yang tidak sekedar menjadi rumah fisik semata. Namun dapat menjadi medium membangun kesholehan akhlak serta dapat memberikan pengalaman Lebih Dari Sekedar Tempat Tinggal.

REKOMENDASI

Tak Ditemukan Hasil

Laman yang Anda rikues tak dapat ditemukan. Cobalah mengganti pencarian Anda, atau gunakan navigasi di atas untuk mencari postingan.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DMCA.com Protection Status