( +62) 222 7612 165 info@shariagreenland.com

Salah satu kewajiban yang harus ditunaikan seorang Muslim adalah memuliakan dan menghormati tetangga. dalam sebuah hadits dituturkan, bahwa Rasulullah SAW. pernah bersabda:

hadits adab bertetangga

Dalam riwayat lain disebutkan, bahwa Rasulullah SAW. berkata:

Tetangga itu ada tiga macam; pertama, tetangga yang hanya memiliki satu hak saja, yakni orang musyrik yang hanya memiliki hak tetangga saja. Kedua, tetangga yang memiliki dua hak, yakni tetangga Muslim, yang ia memiliki hak tetangga dan hak islam; ketiga tetangga yang memiliki tiga hak, yakni tetangga Muslim yang memiliki hubungan kekerabatan, maka ia memiliki hak tetangga, hak Islam, dan hak kekerabatan (lihat Majma’ Zawaid 8/164, Fath al-Baariy, 10/442).

Tetangga musyrik yang tidak memiliki hubungan kekeluargaan mendapatkan satu hak saja, yakni hak tetangga. Tetangga Muslim mendapatkan dua hak, yaitu hak seorang Muslim dan hak tetangga. Sedangkan tetangga Muslim yang memiliki hubungan kekeluargaan, memiliki tiga hak; hak tetangga, hak seorang Muslim dan hak kekeluargaan (Imam Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, surat Al-Nisa’:36).

Imam Tirmidziy menuturkan sebuah hadits ‘Abdullah bin ‘Amru ra, bahwasannya Nabi SAW. bersabda:

hadits adab bertetangga

Adab Bertetangga

Berdasarkan tuntunan sunnah, memuliakan tetangga bisa dilakukan dengan cara – cara berikut ini:

1. Memperbanyak kuah Bila Memasak: Gemar Memberi Kepada Tetangga

Rasulullah SAW. menuntun umatnya untuk tidak kikir terhadap tetangga, sebagaimana dalam salah satu haditsnya yang menyatakan bahwa jika kita memasak hendaknya memperbanyak kuahnya lalu memberikan sebagian kepada tetangga kita dengan cara yang baik. Penjelasan selengkapnya ada di Cara Memuliakan Tetangga #1: Gemar Memberi Kepada Tetangga .

2. Tidak Melarang Tetangga yang Hendak Menancapkan Kayu di Temboknya.

Dalam suatu hadits disebutkan bahwa kita dilarang menghalangi tetangga yang ingin menancapkapkan kayu di tembok rumah kita. Mengenai masalah ini ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama, ada yang berpendapat bahwa larangan ini tidak sampai pada derajat haram, namun hukumnya makruh. Ada juga yang berpendapat bahwa hal tersebut hukumnya sunnah dan ada pula yang menyatakan wajib. Penjelasan selengkapnya di: Cara Memuliakan Tetangga #2: Tidak Melarang Tetangga Menancapkan Kayu di Temboknya.

3. Tidak Menggunjing dan Memfitnah Tetangga

Baik Al Qur’an maupun Sunnah sama sama mencela perbuatan fitnah dan menggunjing. Seorang muslim dituntut untuk menjaga lisan dari ghibah dan perkataan yang keji. Penjelasan selengkapnya: Cara Memuliakan Tetangga 3#: Tidak Menggunjing Tetangga.

4. Tidak Menyebut – nyebut Pemberian

Seorang tetangga dinyatakan baik jika tidak pernah menyebut nyebut pemberiannya. Karena selain dapat merendahkan dan menghinakan orang lain, juga perbuatan ini bisa menghapus pahala sedekah yang dilakukannnya. Penjelasna selengkapnya: Cara Memuliakan Tetangga #4: Tidak Menyebut – Nyebut Pemberian.

5. Tidak Mendiamkan Tetangga Lebih dari Tiga Hari

Sebagai orang yang terdekat dengan kita, tentulah bergaul atau berkomunikasi dengan tetangga menjadi sesuatu yang lazim kita lakukan sehari – hari. Namun terkadang ada sedikit permasalahan yang mebutat kita renggang. Dalam hal ini Islam sudah memberi rambu – rambu yang yang jelas. Kita dilarang mendiamkan tetangga lebih dari tiga hari. Lihat penjelasan selengkapnya di: Cara Memuliakan Tetangga #5: Tidak Mendiamkan Tetangga Lebih dari Tiga Hari .

6. Gemar Menolong Tetangga Dalam Kebaikan

Islam mengajarkan umatnya untuk selalu tolong menolong dalam berbuat kebaikan dan dilarang saling tolong menolong dalam keburukan dan dosa. Silahkan penjelasan selengkapnya di: Cara Memuliakan Tetangga #6: Gemar Menolong Tetangga Dalam Kebaikan.

7. Rendah Hati dan Bermurah Hati Kepada Tetangga yang Miskin, Lemah, atau Yatim Piatu

Salah satu cara memuliakan tetangga adalah dengan merendahkan diri, bermurah hati dan menyayangi tetangga. Selain menumbuhkan kasih sayang dan persaudaraan, sikap ini juga dapat mendorong seseorang untuk menghormati, melindungi, dan memuliakan orang miskin dan lemah. Penjelasan selengkapnya di: Cara Memuliakan Tetangga #7: Bermurah Hati dan Rendah Hati Kepada Tetangga.

8. Tidak Berlaku Dzalim Terhadap Tetangga.

Allah SWT dan RasulNya mencela perbuatan dzalim (aniaya) kepada tetangga. Perbuatan ini termasuk perbuatan haram yang dapat menjatuhkan pelakunya ke dalam kenistaan dan kehinaan. Penjelasan selengkapnya: Cara Memuliakan Tetangga #8: Tidak Berlaku Dzalim Terhadap Tetangga.

 

Daftar Pustaka

Syamsuddin Ramadlan an-Nawiy, Fathiy (2018). Fiqih Bertetangga. Bogor: Al Azhar Fresh Zone Publishing.

REKOMENDASI

Inilah Alasan Mengapa Peran Ayah Dalam Mendidik Anak Sangat Besar

Inilah Alasan Mengapa Peran Ayah Dalam Mendidik Anak Sangat Besar

Ada sedikit kekeliruan pemahaman di sebagian kalangan masyarakat mengenai tugas orang tua dalam mendidik anak. Ada yang beranggapan bahwa mendidik anak adalah tugas dan tanggung jawab seorang ibu. Apakah itu benar?   Mendidik Anak Adalah Salah Satu Tugas Penting...

Inilah Penyebab Anak Rewel yang Mungkin Tidak Anda Sadari

Inilah Penyebab Anak Rewel yang Mungkin Tidak Anda Sadari

Siapa orang tua yang senang memiliki anak rewel? Tentu tidak ada bukan. Ada banyak hal yang menjadi penyebab anak rewel. Salah satu hal yang paling sering terjadi dan mungkin tidak disadari oleh sebagian orang tua adalah jalinan komunikasi yang kurang baik antara anak...

Cara Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka

Cara Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka

Setiap anggota keluarga tentunya memiliki amanah yang yang harus dijalankan masing-masing. Salah satu amanah paling berat yang dibebankan kepada kepala keluarga adalah harus bisa menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Sebagaimana firman Allah SWT.   Banyak...

0 Komentar