( +62) 222 7612 165 info@shariagreenland.com

      Semua orangtua pasti menginginkan anak-anaknya menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah dan dapat berbakti dengan orangtua. Tentu saja karena itu anak menjadi investasi orangtua baik di dunia maupun nanti di akhirat. Untuk memiliki anak-anak yang sholeh dan sholehah dapat dimulai dengan tidak memberikan mereka harta yang haram. Seperti tidak membeli rumah dengan kredit riba, tetapi membeli rumah kredit syariah.

      Apalagi salah satu amalan yang tak akan terputus jika orangtua mempunyai anak-anak yang sholeh dan sholehah. Karena itulah, orangtua harus bersemangat dan sabar dalam mendidik anak-anaknya hingga menjadi sosok yang diharapkan. Setidaknya ada beberapa tips mendidik anak agar sholeh dan sholehah, seperti berikut ini.

       

      8 Tips Mendidik Anak Agar Sholeh Dan Sholehah

      Dalam mendidik anak dibutuhkan ketelatenan, konsistensi, dan kesabarab sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi sosok yang diinginkan oleh setiap orangtua. Tetapi orangtua pun dapat menyadari jika terlalu menekan sang anak pun dapat meninggalkan dampak yang buruk langsung pada psikologis mereka. Adanya rasa yang tak nyaman, menjadi anak yang tak dapat bergaul, hingga ahirnya tak dapat lagi mengeksplorasi kemampuannya dengan optimal.

      Karena itu, ikutilah 8 tips ini untuk mendapatkan anak yang sholeh dan sholehah:

       

      1. Sering Mendengarkan Murotal Ketika Sang Ibu Sedang Hamil

      Langkah awal untuk dapat membuat anak menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah adalah rutin mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran atau murotal. Anda dapat memilih untuk mendengarkannya dalam bentuk MP3 atau dalam bentuk video.

      Dalam mendidik anak menjadi sholeh dan sholehah, orangtua seharusnya telah mendidik anak-anak sejak masih dalam kandungan. Bahkan masih dalam bentuk janin, anak-anak sudah harus diberikan stimulasi. Dengan cara ini, anak menjadi sosok yang religius serta berbakti pada orangtuanya.

      Dengan rutin mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran tentu akan membuat pikiran sang ibu menjadi lebih tenang dan damai. Selain itu, gelombang frekuensi suara lantunan ayat-ayat Al-Quran juga dapat didengar anak-anak ketika masih di dalam kandungan. Tak hanya itu saja, lantunan ayat-ayat tersebut ketika diperdengarkan janin dalam kandungan maka akan membuat otak yang bayi menjadi lebih cerdas sehingga akan lebih mudah menghafalkan berbagai informasi.

       

      2. Beribadah Bersama Dengan Anak

      Mendidik anak itu menjadi sholeh dan sholehah bukanlah dengan menekan atau mendikte, melainkan dengan contoh langsung berupa tindakan. Jadi sebagai orangtua berikanlah contoh langsung, arahan, serta dampingan kepada anak-anak dengan berimbang.

      Berikanlah contoh-contoh nyata pada anak-anak. Mulailah melakukan penanaman nilai-nilai agama di dalam diri anak. Ajaklah sang anak untuk melakukan berbagai ibadah. Diawali dengan shalat berjamaah, mengaji, berdzikir, berpuasa, dan masih banyak lagi. Seperti kata pepatah lama, “Bisa Karena terbiasa”, sehingga pada dasarnya ibadah adalah bagian dari pembiasaan anak. Sehingga hal itu perlu ditanamkan dalam perilaku atau tingkah lakunya.

      Jika sudah mengetahui hal itu, janganlah tunggu hingga sang anak telah menjadi baligh atau dewasa untuk melakukan shalat. Namun sejak usia dini, sang anak wajib diajarkan untuk mengerjakan berbagai ibadah spritual sehingga menjadi bagian dari kepribadiannya.

       

      3. Memberikan contoh yang baik pada anak-anak

      Sepertti kata-kata mutiara, “Buah Tidak Jauh Dari Pohonnya” maka kebiasaan anak-anak kita sebenarnya ya tidak jauh dari kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh orangtuanya. Karena itu, jika menginginkan anak-anak yang sholeh dan sholehah, sebaiknya Anda mulai menjadikan diri Anda pribadi yang sholeh. Tentu saja anak-anak dapat meniru tingkah laku orangtua.

      Ayah dan Bunda mempunyai peranan yang sangat besar di dalam membentuk kepribadian sang anak itu sendiri. Tentu saja sifat aktif dari orangtua di dalam mendidiknya dapat memberikan dampak yang besar terhadap kepribadian sang anak ketika dewasa nanti.

       

      4. Hindarilah Memarahi Hingga Membentak Anak

      Aktivitas ini sangat dihindari oleh orangtua. Jangan pernah berlebihan dalam menghukum anak. Sebagai contohnya memarahi serta membentak anak. Banyak orangtua tak menyadari jika ucapan buruk orangtua dapat menyebabkan luka pada sisi psikologis sang anak. Padahal ucapan yang menyakitkan itu lebig berbahaya dibandingkan luka fisik anak.

      Karena itulah, ketika anak mengerjakan perbuatan yang tak sesuai dengan harapan orangtua, usahakan untuk tak memarahinya. Akan lebih bijaksana untuk memberikan nasihat serta motivasi dari orangtua. Cara ini dinilai lebih efektif untuk membuat efek jera pada sang anak sehingga tak mengulangi kesalahan yang sama.

       

      5. Memberikan Anak Kita Makanan Dan Harta Yang Halal

      Mendidik anak agar sholeh dan sholehah adalah dengan memberikan keluarga kita makanan dan harta yang halal. Jika memulai segala sesuatu yang haram maka nantinya akan membuat keluarga menjadi tidak baik. Tak sedikit orangtua yang memiliki anak yang nakal karena tak menyadari jika mereka telah memberikan anak-anak mereka sesuatu yang haram masuk ke dalam tubuh mereka. Begitu juga dengan rumah tinggal, jika rumah berasal dari hal-hal yang riba (konvensional) maka orang-orang di dalamnya menjadi tidak nyaman. Oleh karena itu, satu satunya perumahan syariah di indonenesia yang tidak memakai sistem konvensional klik di sini

       

      6. Mendatangi Majelis Ilmu Agama Bersama Dengan Anak

      Supaya anak dapat menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah, sebaiknya anak harus banyak berinteraksi dengan mereka yang sholeh. Bagaimanakah caranya? Gampang saja. Ajaklah anak-anak mendatangi berbagai majelis ilmu agama, kelompok pengajian, pesantren sehingga mereka terbiasa dengan perkara-perkara agama. Jika sudah begini, kebiasaan tersebut menjadi karakter sang anak. dan ini juga termasuk ke dalam bab kewajiban menuntut ilmu agama islam sejak dini lebih jelasnya baca di sini

      Tak sedikit orangtua yang rela membayar mahal berbagai les akademik, seperti les bahasa Inggris, les matematika, dll. Tapi mengapa Anda malas untuk mengajak anak mendatangi majelis yang mayoritas tidak mengeluarkan uang. Jangan biarkan urusan dunia lebih penting dibandingkan urusan akhirat. Selalu ingat, akhlak anak jauh lebih berharga dibandingkan urusan-urusan yang lain.

       

      7. Sering Menceritakan Berbagai Kisah Nabi Dan Para Sahabat

      Salah satu metode yang dapat orangtua lakukan adalah menumbuhkan sikap cinta terhadap Islam pada anak-anak. Ceritakanlah berbagai kisah teladan para nabi dan sahabat, yakni akhlak, perangai, kesantunan, cinta serta kasih sayang, ceritakan bagaimana lingkungan islami yang di bangun oleh para rasul dan para sahabatnya dan masih banyak lagi. Dengan cara ini anak-anak menjadikan Nabi sebagai teladan di dalam hidupnya dan kelak akan merindukan lingkungan yang islami seperti di artikel berikut ini (baca:Kurindukan Lingkungan Yang Islami)


      8. Selalu Mendoakan Anak

      Doa orangtua terutama doa ibu kepada anaknya adalah doa yang mustajab. Karena itu, janganlah pernah mendoakan kejelekan untuk anak-anak Anda. Berdoa itu sama halnya dengan mengayuh sepeda hingga pada akhirnya sang pengayuh dapat mengantarkan si pengayuh sampai pada tujuannya. Doa orangtua merupakan kendaraan yang membuat anak-anaknya menjadi sholeh dan pastinya pelindung dari berbagai hal yang buruk.

      Demikianlah delapan cara dalam mendidik anak agar sholeh dan sholelah. Semoga dengan tips di atas, anak-anak Anda dapat berbakti pada orangtua, Agama, dan negara. Jangan pernah lelah mendoakan serta berperilaku baik sehingga dapat menjadi teladan bagi anak-anak Anda.