( +62) 222 7612 165 info@shariagreenland.com

Bisa membangun keluarga islami mungkin menjadi impian banyak orang. Namun seringkali terdapat rintangan yang harus dihadapi untuk merealisasikannya. Emosi kadang mewarnai kehidupan rumah tangga ketika ujian menerpa.

Ketika emosi berdiri di atas logika, maka keutuhan rumah tangga bisa jadi terancam. Kita tidak bisa berpikir jernih ketika dihadapkan dengan masalah. Maka untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, kita dituntut untuk bisa mengendalikan emosi.

 

Atasi Emosi Perbesar Sabar

Atasi Emosi Perbesar Sabar

Salah satu cara untuk menekan atau mengendalikan emosi adalah memperbesar kapasitas sabar. Solusi atas segala masalah bisa diraih jika kita bisa berpikir dengan tenang. Akan tetapi rasa sabar ini tidak hanya bisa dilakukan oleh salah satu pihak saja, melainkan dibutuhkan komitmen bersama dari pasangan suami dan istri untuk menjalankannya.

Kesabaran tidak hanya dibutuhkan saat menghadapi masalah melainkan juga saat mendapat kebahagiaan. Karena terkadang kebahagiaan bisa menjadi ujian dan cobaan. Ada sebagian keluarga yang ketika mendapat limpahan harta lebih mudah terjadi percekcokan. Bahkan yang lebih parah lagi melakukan perselingkuhan. Padahal di saat masa sulit mereka romantis, makan sepiring berdua dengan lauk pauk seadanya.

Salah satu wujud kesabaran saat mendapat rezeki yang melimpah adalah dengan tidak mengubah gaya hidup secara signifikan.

Baca juga: 9 “Pintu” Ini Terbuka, Untuk Kita Bisa Masuk Surga Bersama Keluarga

 

Bersyukur Atas Segala Nikmat yang Telah Allah Berikan

Bersyukur Atas Segala Nikmat yang Telah Allah Berikan

Kesabaran yang kita bangun belum lengkap rasanya jika tidak diikuti rasa syukur. Ada banyak peluang bagi kita untuk bisa selalu bersyukur ketika sudah berumah tangga,

Pertama, bersyukur atas pasangan yang Allah berikan. Istri bersyukur mendapatkan suaminya sekarang, dan sebaliknya suami bersyukur mendapatkan istri yang selama ini selalu mendampinginya. Sehingga kita akan selalu ingat bahwa pasangan yang telah Allah berikan adalah seseorang yang harus selalu dijaga dan dicintai dengan segenap jiwa.

HR Muslim tentang Sabar dan Syukur, Pondasi Membangun  Keluarga Islami

Urusan orang mukmin dalam hadis di atas bukan hanya menyangkut masalah muamalah secara umum, salah satunya termasuk urusan rumah tangga.

Kedua, bersyukur bisa bermesraan dengan pasangan tercinta. Setelah menikah, sesuatu yang dulunya diharamkan berubah menjadi ibadah, sesuatu yang membuat dosa kini mendatangkan pahala. Kebersamaan dengan pasangan merupakan salah satu ibadah yang paling menyenangkan. Saling bertatapan mata dan bergenggaman tangan saja sudah dinilai sebagai pahala. Menikah itu asyik bukan?

Ketiga, bersyukur atas keturunan saleh salehah yang Allah karuniakan. Salah satu hal yang paling membahagiakan dari ikatan pernikahan adalah bisa memperoleh keturunan. Anak merupakan cita-cita dari setiap keluarga. Anak yang saleh salehah bisa membawa kebahagiaan dunia akhirat. Mereka bisa menjadi investasi akhirat nanti.

Pernikahan dapat memberikan pengaruh yang besar kepada diri sesorang, hingga bisa membawa perubahan padanya. Selain pernikahan, anak bisa juga menjadi penanda perubahan kedua pada diri seseorang. Perubahan ini tentunya perubahan ke arah yang lebih baik sudah selayaknya patut kita syukuri.

Ketiga hal di atas adalah nikmat Allah SWT yang hanya bisa dirasakan oleh pasangan yang telah menikah. Kenikmatan yang tidak kita syukuri bisa mendatangkan petaka. Misalnya saja seorang suami yang tidak mensyukuri memiliki istri yang selalu mendampinginya, berpotensi pada tindakan perselingkuhan. Jika sudah begini maka segala keberkahan dan kebahagiaan berumah tangga akan sirna begitu saja. Naudzubillah Min Dzalik

Baca juga: Membangun Keluarga Sakinah Ala Rasulullah

Semoga kita diberi kekuatan dan kemudahan oleh Allah SWT untuk bisa mengarungi bahtera rumah tangga dengan selalu menanamkan rasa sabar dan syukur. Sehingga membangun keluarga islami yang kita cita-citakan bisa terwujud. Aamiin…

Silahkan isi kolom komentar jika ada masukan dan saran yang membangun. Jangan lupa share jika tulisan ini bermanfaat. Terima kasih.