hadits tentang tetangga
hadits tentang tetangga
Saya bersama Nabi SAW. dalam sebuah perjalanan, hingga suatu hari aku dekat dengan Beliau SAW., sedangkan kami tengah berjalan. Saya bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah beritahukan kepada saya amal perbuatan yang dapat memasukkan saya ke dalam surga dan menjauhkan dari neraka? Beliau bersabda, “Kamu benar - benar menanyakan sesuatu yang besar. Sesungguhnya hal itu sangat mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah SWT., yaitu: “Hendaklah kamu menyembah kepada Allah dengan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun, mendirikan shalat, membayar zakat, puasa di bulan Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah bila kamu mampu menempuh perjalannya.” Selanjutnya, Beliau bersabda, “Maukah engkau aku tunjukkan pintu - pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai, shadaqah dapat menghilangkan dosa seperti halnya air memadamkan api, dan shalat seseorang pada tengah malam.” Beliau lantas membaca ayat yang artinya, “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, serta mereka menafkahkan sebagian rizki yang telah Kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu bermacam - macam nikmat yang menyenangkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” Lalu, Beliau bertanya kembali, “ Maukah engkau aku tunjukkan pokok dan tiang dari segala sesuatu dan puncak keluhuran? Saya berkata, “Baiklah ya Rasulullah.” Rasulullah SAW. berkata, “Pokok segala sesuatu adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncak keluhurannya adalah berjuang di jalan Allah.” Kemudian beliau bersabda, “Maukah kamu aku tunjukkan tentang kunci dari kesemuanya itu? Saya menjawab, “Tentu ya Rasulullah.” Beliau lantas memegang lidahnya seraya berkata, “Periharalah ini.” Saya berkat, “Ya Rasulullah, apakah kami akan dituntut atas apa yang kami katakan? Beliau bersabda, “Celaka kamu, bukankan wajah manusia tersungkur ke dalam neraka, tidak lain karena akibat lidah mereka?” (HR. Imam Tirmidziy).
