hadits tentang tetangga

hadits tentang tetangga

hadits tentang tetangga

Pada suatu saat, ada sesorang yang sedang berjalan di padang sahara. Tiba - tiba saja ia mendengar suara di dalam awan. “Siramlah kebun si Fulan.” Awan tersebut segera menuju ke suatu tempat yang banyak batuna dan menuangkan airnya. Pada tempat yang banyak batunya itu ada sebuah parit yang penuh dengan air, dan parit itu mengalirkan air. Di tempat itu ada seorang laki - laki sedang membagi - bagi air itu dengan alat pengukur tanah. Orang itu lantas bertanya kepada laki - laki tersebut, “Wahai hamba Allah, siapakah namamu?” Laki - laki itu menjawab, “Fulan” (nama yang sama dengan nama yang didengarnya dari dalam awan tadi). Lalu laki - laki itu bertanya, “Mengapa kamu menanyakan namaku?” Ia menjawab, “Sesungguhnya saya mendengar suara dalam awan”, yang menuangkan air ini berkata, “Siramlah kebun si Fulan yang persis dengan namamu. Apakah yang telah kamu perbuat?” Laki - laki itu menjawab, “Karena kamu bertanya seperti itu, maka sesungguhnya saya selalu memperhatikan apa yang dikeluarkan oleh kebun ini, dimana sepertiga dari hasil kebun ini saya sedekahkan, sepertiga saya makan dengan keluargaku, dan sepertiga lagi saya persiapkan untuk bibit.” (HR. Imam Muslim)