( +62) 222 7612 165 info@shariagreenland.com

      Perkembangan zaman saat ini tumbuh dengan sangat cepat. Penggunaan teknologi bisa masuk ke hampir semua lini. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tidak heran jika anak-anak zaman sekarang sangat mudah akrab dengan berbagai macam gadget. Entah itu smartphone, laptop, tablet, atau pun game console.

      Meski begitu, sangat disarankan bagi orang tua untuk tidak terlalu mudah memfasilitasi anak-anak dengan gadget tersebut. Karena selain bisa menimbulkan kecanduan, gadget juga dapat mengganggu perkembangan emosional anak.

       

      Gadget Sering Dimanfaatkan untuk Mengatasi Anak Rewel

      Masalahnya, orang tua memiliki banyak kesibukan yang menyita waktu, sehingga seringkali gadget dijadikan solusi untuk meredakan anak yang sedang rewel. Perangkat yang seharusnya dijadikan alat komunikasi dan mempermudah pekerjaan orang dewasa, berubah seketika di tangan anak -anak menjadi alat permainan.

      Berbagai konten dapat dengan mudah anak dapatkan, mulai dari konten edukasi, film kartun, game, hingga konten-konten yang tidak senonoh. Beragam game yang menarik dan kreatif semakin memanjakan anak untuk terus betah memegang gadget yang ada di tangannya. Sehingga lama kelamaan akan berakhir dengan kecanduan.

      Alih-alih mengatasi anak rewel, penggunaan gadget mengakibatkan anak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan aktivitas yang kurang bermanfaat. Sangat jauh berbeda dengan kondisi di zaman Rasulullah dan para sahabat. Ketika itu kepribadian islami sudah dibentuk sejak usia dini. Misalnya saja Ibnu Abbas telah menghafal ayat-ayat muhkam (ayat Al-Qur’an yang jelas) sejak usia sepuluh tahun.

      Ibnu Katsir menyebutkan dalam kitab Fadha-ilul Qur’an dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu alayhi wa Sallam meninggal di kala usiaku masih sepuluh tahun. Aku sudah hafal ayat-ayat muhkam.”

      Tidak hanya itu, obrolan orang tua dengan anak ketika itu tidak membahas hal-hal yang biasa seperti, “Nak, tadi habis main dengan siapa?”, atau “ Nak, tadi belajar apa di sekolah?”. Pernah suatu ketika terjadi obrolan antara Rasulullah dengan Ibnu Abbas yang masih kanak-kanak,

      hadis rasulullah dengan ibnu abbas

      Bagi kita yang hidup 1400 tahun setelah Rasulullah SAW wafat mungkin membahas kalimat, “jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu”, bisa berbuku-buku panjangnya. Karena ini menyangkut pembahasan iman. Seperti yang kita ketahui pembahasan masalah iman cukup panjang. Hebatnya diskusi ini tidak terjadi antar orang dewasa, melainkan Rasulullah dengan seorang anak umur 10 tahun.

      Meski sekarang termasuk zamannya fitnah bertebaran di mana-mana sehingga sulit bagi kita untuk menjalani kehidupan seperti zamannya Rasulullah. Namun kita selaku umat, sudah sepatutnya meneladani apa yang beliau contohkan. Berusaha dengan sekuat tenaga untuk bisa membangun kepribadian Islam sejak kecil kepada anak-anak kita.

      Sebagai orang tua, kita tidak bisa menghindarkan anak dari gadget secara seratus persen. Namun setidaknya kita bisa mengawasi dan membatasi anak dalam menggunakan gadget. Begitupun saat menghadapi mereka ketika rewel.

      Ada beberapa cara mengatasi anak rewel yang bisa Anda terapkan tanpa harus menggunakan gadget.

       

      1. Menjalin Komunikasi yang Baik dengan Anak

      Menjalin Komunikasi yang Baik dengan Anak

      Membangun komunikasi yang menyenangkan dengan anak sangatlah penting. Ketika kita dalam kondisi marah, anak bukannya mendekat dan terbuka justru akan cenderung menjauh.

      Saat anak sedang rewel, kita bisa mengubah kegelisahan mereka menjadi rasa percaya diri. Cara bisa dilakukan dengan memberikan respon yang cepat dan tepat saat mereka mulai merengek.

      Misalnya saja, ketika anak kita mengeluh karena pekerjaan rumah yang diterimanya terlalu banyak. Sebagai orang tua, sebaiknya kita tidak langsung memarahinya dan menyuruh mengerjakannya dengan segera. Melainkan berikan jawaban secara baik-baik yang bisa merangsang rasa percaya diri dan kemandirian.

      Misalnya dengan memberikan ucapan, “bukannya kamu anak yang pandai ya? Ayo coba kerjakan sendiri dulu, nanti kalau menemui kesulitan insyaAllah bunda bantu ya”.

      Dengan cara ini anak akan merasa diperhatikan dan diakui rasa kekecewaan yang dialaminya tanpa harus merengek kepada kita selaku orang tuanya

       

      2. Berikan Sentuhan Fisik

      Berikan Sentuhan Fisik untuk mengatasi anak rewel

      Dalam dunia psikologi saat ini banyak pihak yang merekomendasikan para orang tua untuk sering memberikan sentuhan fisik, terutama pelukan kepada anak-anaknya. Menurut Sonja Kromroy dari Wild Tree Wellness, St. Paul, Amerika Serikat, berpendapat bahwa pelukan dapat menurunkan tekanan emosi anak dengan memperkuat jaringan otak.

      Sebenarnya sentuhan fisik kepada anak sudah direkomendasikan dan dicontohkan pada 1400 tahun yang lalu oleh Rasulullah SAW. Beliau sering bermain, merangkul, dan memeluk anak-anak, terutama cucunya, yaitu Hasan dan Husain.

      hadis Berikan Sentuhan Fisik kepada anak

      Baca juga: Belajar Dari Ayah Hebat Dari Rasulullah SAW

       

      3. Tanamkan Aqidah Sejak Dini

      Mungkin cara ini belum bisa dikategorikan sebagai cara mengatasi anak rewel, namun lebih kepada tindakan preventif. Meskipun begitu menanamkan aqidah kepada anak sejak dini sangat penting dilakukan untuk membangun kepribadian yang tangguh. Mereka tidak akan mudah mengeluh apa lagi merengek hal-hal yang kecil.

      Lihat saja bagaimana generasi terdahulu di didik. Muhammad Al Fatih kecil yang awalnya termasuk anak yang bandel dan tidak nurut terhadap guru-gurunya. Semuanya berubah ketika didatangkan dua guru oleh ayahnya, yaitu Aaq Syamsuddin dan Maulana Ahmad bin Ismail Al-Kurani.

      Syekh Al-Kurani memberikan didikan keras kepada Al Fatih kecil, sehingga beliau berhasil mengkhatamkan Al-Quran pada usia 8 tahun. Setelah itu barulah Al Fatih diajari ilmu-ilmu keislaman lainnya, sehingga kecerdasan semakin nampak dan keunggulannya semakin menonjol diantara pangeran lainnya. Puncaknya saat menginjak pada usia 21 tahun, Muhammad Al Fatih berhasil menaklukan Konstantinopel.

      Dari kisah Muhammad Al Fatih kita bisa mengambil pelajaran bahwa untuk melahirkan generasi tangguh maka perlu dibangun pondasi yang kuat, yaitu aqidah islam. Salah satu komponen penting dalam membangun aqidah islam pada anak adalah dengan mengajarkan Al Quran.

      Dari Ali r.a berkata: Berkata Rasulullah SAW. “Didiklah anak-anak kalian atas tiga perkara: mencintai nabi kalian dan mencintai keluarganya, membaca Al-Quran, maka sesungguhnya menjunjung tinggi Al-Quran akan berada pada perlindungan Allah dimana tidak ada perlindungan di hari itu.”

      Demikian tiga cara mudah mengatasi anak rewel yang bisa dilakukan tanpa harus melibatkan gadget. Selain menimbulkan kecanduan, gadget juga dapat merusak kepribadian islam yang dimiliki anak jika tidak digunakan secara bijak.

      Masih ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak rewel. Silahkan isi kolom komentar jika Anda memiliki saran dan masukkan yang membangun. Jangan lupa share jika tulisan ini bermanfaat. Terima kasih.

      REKOMENDASI

      Hikmah Dari Perselisihan Suami Istri Dalam Rumah Tangga

      Hikmah Dari Perselisihan Suami Istri Dalam Rumah Tangga

      Perselisihan suami istri merupakan hal yang lumrah terjadi dalam kehidupan berumah tangga. Menjengkelkan memang, namun jika melihatnya dari sisi yang berbeda sebenarnya perselisihan ini bisa menjadi bumbu penyedap bagi hubungan suami istri. Rasanya hampir mustahil ada...

      0 Komentar

      Kirim Komentar

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      DMCA.com Protection Status