{"id":5835,"date":"2020-01-12T09:00:24","date_gmt":"2020-01-12T02:00:24","guid":{"rendered":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/?p=5835"},"modified":"2021-09-21T14:36:58","modified_gmt":"2021-09-21T07:36:58","slug":"cara-menghindari-ghibah-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/cara-menghindari-ghibah-2\/","title":{"rendered":"5 Cara Menghindari Ghibah ala Rasulullah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbincang dengan kawan memang asyik. Namun jangan sampai kebablasan membicarakan keburukan \/ aib orang lain (Ghibah). Sebagaimana kita ketahui bersama, tindakan tidak terpuji ini sangat dibenci oleh Allah dan RasulNya. Rasulullah SAW. telah memerintahkan umatnya untuk menjaga lidahnya, dan berhati &#8211; hati dalam berbicara. Sebab kehancuran umat manusia kebanyakan disebabkan oleh lidah yang tidak terkontrol.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cara Menghindari Ghibah <\/span><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">#1 Menjaga Lisan dan Hati<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sebuah riwayat dan diketengahkan oleh Imam Tirmidziy dituturkan, bahwa Mu\u2019adz berkata,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/cara-menghindari-ghibah-2\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5855 aligncenter size-full\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/hadits-tentang-Cara-Menghindari-ghibah-4.jpg\" alt=\"hadits tentang Cara Menghindari ghibah\" width=\"1600\" height=\"1392\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW. dituturkan bahwa Beliau SAW. bersabda:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia selalu berkata baik atau diam (HR. Imam Bukhari dan Muslim).<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari \u2018Uqbah bin \u2018Amir ra dikisahkan, bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW.:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/cara-menghindari-ghibah-2\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5844 aligncenter size-full\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/hadits-tentang-Cara-Menghindari-ghibah-2.jpg\" alt=\"hadits tentang Cara Menghindari ghibah\" width=\"1600\" height=\"623\" \/><\/a><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/cara-menghindari-ghibah-2\/\">5 Cara Menghindari Ghibah Ala Rasulullah<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">#2 Berbaik Sangka dan Berfikir Positif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Allah SWT. dan RasulNya telah melarang kaum Muslim berprasangka buruk kepada saudaranya yang lain. Allah SWT. berfirman:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">Wahai orang &#8211; orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sesungguhnya, sebagian prasangka itu adalah dosa (QS Al Hujurat [49]: 12).<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sebuah riwayat dikisahkan, bahwasannya Rasulullah SAW. bersabda:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">Jauhilah oleh kamu sekalian prasangka sebab prasangka itu adalah sedusta-dustanya pembicaraan (HR. Imam Bukhari dan Muslim).<\/span><\/p><\/blockquote>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">#3 Tidak Mencari &#8211; cari Kesalahan Orang Lain<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang Muslim juga dilarang oleh Allah SWT. dan RasulNya untuk mencari &#8211; cari kesalahan orang lain. Dalam sebuah hadits diriwayatkan, bahwasannya Rasulullah SAW. bersabda:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan janganlah kamu sekalian memata &#8211; matai dan mencari &#8211; cari kesalahan orang lain, dan jangalah kamu saling berbantah &#8211; bantahan, dan janganlah kalian saling hasud, dan janganlah kalian saling benci, dan janganlah kalian saling belakang membelakangi. Jadilah kalian sebagai hamba &#8211; hamba Allah yang bersaudara (HR. Imam Muslim).<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam riwayat lain dituturkan, bahwa Muawiyah ra berkata, \u201cSaya mendengar Rasulullah SAW bersabda:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesunggunya, bila kamu selalu mencari &#8211; cari aib &#8211; aib kaum Muslim, maka berarti kamu menghancurkannya atau nyaris menghancurkannya (HR. Imam Abu Dawud).<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibnu Mas\u2019ud ra menceritakan, bahwa ada seseorang yang dihadapkan keadanya, kemudian dikatakan bahwa si fulan itu jenggotnya meneteskan minuman keras, kemudian Ibnu Mas\u2019ud berkata:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/cara-menghindari-ghibah-2\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5845 aligncenter size-full\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/hadits-tentang-Cara-Menghindari-ghibah-3.jpg\" alt=\"hadits tentang Cara Menghindari ghibah\" width=\"1600\" height=\"623\" \/><\/a><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/akibat-ghibah\/\">Inilah 4 Akibat Ghibah Bagi Kehidupan Bertetangga<\/a><\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">#4 Tidak Iri Dengki (Mengharapkan Lenyapnya Kebahagiaan Orang Lain)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu sifat yang harus dijauhi oleh seorang Muslim adalah iri dengki. Sifat ini selain akan menghancurkan dirinya sendiri, juga akan mendorong terjadinya tindakan &#8211; tindakan yang tercela. Al-Qur\u2019an dan sunnah telah melarang iri dan dengki. Allah SWT. berfirman:<\/span><\/p>\n<blockquote><p>\u00a0<span style=\"font-size: 14px;\">Ataukah mereka dengki kepada manusia lantaran karunia yang telah Allah berikan kepada mereka? (QS An Nisa (4): 54).<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14px;\">Abu Hurairah meriwayatkan sebuah hadits, bahwasannya Rasulullah SAW. bersabda:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-size: 14px;\">Jauhilah oleh kamu sekalian sifat dengki. Sebab, sesungguhnya ia dapat menghabiskan amal &#8211; amal kebaikan sebagaimana api menghabiskan kayu bakar (HR. Imam Abu Dawud).<\/span><\/p><\/blockquote>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">#5 Tidak Menuduh dan Mencaci Maki<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Islam juga melarang kaum Muslim dari perbuatan suka mencaci maki dan menuduh tanpa dasar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14px;\">Ibnu Mas\u2019ud ra berkata, Rasulullah SAW. bersabda:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-size: 14px;\">Mencaci maki seorang Muslim adalah perbuatan fusuk, dan membunuhnya adalah kekufuran (HR. Imam Bukhari dan Muslim).<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14px;\">Dari Abu Dzarr ra dikisahkan, bahwasannya ia mendengar Rasulullah SAW. bersabda:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-size: 14px;\">Tiada sesorang menuduh orang lain dengan kefasikan atau kekufuran melainkan tuduhan itu akan kembali kepada dirinya sendiri, bila orang yang dituduhnya tidak nyata &#8211; nyata memiliki sifat itu (HR. Imam Bukhari).<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14px;\">Inilah beberapa tuntunan Rasulullah SAW. agar seseorang mampu menjaga lisan dan hatinya dari intaian ghibah, gosip dan kedustaan. Tatkala hati dan lisan telah terjaga, niscaya sesorang akan terhindar dari tiga perbuatan haram tersebut.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/ghibah\/\">Meskipun Terasa Asyik, Ghibah Itu Ternyata Bisa Jadi Musibah Buat Kita Loh!<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Daftar Pustaka<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Syamsuddin Ramadlan an-Nawiy, Fathiy (2018). Fiqih Bertetangga. Bogor: Al Azhar Fresh Zone Publishing.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berbincang dengan kawan memang asyik. Namun jangan sampai kebablasan membicarakan keburukan \/ aib orang lain (Ghibah). Inilah 5 Cara Menghindari Ghibah.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12023,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"chat","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","_gspb_post_css":"","_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","footnotes":""},"categories":[15,10],"tags":[],"acf":[],"taxonomy_info":{"category":[{"value":15,"label":"Akhlak"},{"value":10,"label":"Rumahku Surgaku"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Cara-Menghindari-Ghibah-ala-Rasulullah-1024x604.jpg",1024,604,true],"author_info":{"display_name":"Hasannudin","author_link":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/author\/hasannudin\/"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":15,"name":"Akhlak","slug":"akhlak","term_group":0,"term_taxonomy_id":15,"taxonomy":"category","description":"Baik tidaknya seseorang bisa dilihat dari akhlaknya. Akhlak melekat pada diri seseorang ketika melakukan suatu perbuatan.","parent":0,"count":27,"filter":"raw","cat_ID":15,"category_count":27,"category_description":"Baik tidaknya seseorang bisa dilihat dari akhlaknya. Akhlak melekat pada diri seseorang ketika melakukan suatu perbuatan.","cat_name":"Akhlak","category_nicename":"akhlak","category_parent":0},{"term_id":10,"name":"Rumahku Surgaku","slug":"rumahku-surgaku","term_group":0,"term_taxonomy_id":10,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":274,"filter":"raw","cat_ID":10,"category_count":274,"category_description":"","cat_name":"Rumahku Surgaku","category_nicename":"rumahku-surgaku","category_parent":0}],"tag_info":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5835"}],"collection":[{"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5835"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5835\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13534,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5835\/revisions\/13534"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12023"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5835"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5835"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5835"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}