{"id":5071,"date":"2019-11-28T12:00:27","date_gmt":"2019-11-28T05:00:27","guid":{"rendered":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/?p=5071"},"modified":"2021-09-21T14:28:51","modified_gmt":"2021-09-21T07:28:51","slug":"fiqih-bertetangga-keutamaan-memuliakan-tamu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/fiqih-bertetangga-keutamaan-memuliakan-tamu\/","title":{"rendered":"Fiqih Bertetangga : Keutamaan Memuliakan Tamu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14px;\">Islam menempatkan tamu pada kedudukan yang tinggi dan mulia. Di banyak hadits, Rasulullah SAW. memerintahkan kaum Muslim untuk memuliakan tamu, memenuhi haknya, dan memperlakukannya dengan cara yang makruf. Nabi SAW. menyejajarkan penghormatan kepada tamu dengan \u201ckeimanan kepada Allah dan hari akhir.\u201d Ini menunjukan bahwasannya tamu mempunyai kedudukan istimewa di dalam Islam.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"># Dalil Memuliakan Tamu<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika membahas bab memuliakan tamu, Imam Nawawiy dalam Riyadl al-Shalihin mengetengahkan dua ayat yang berhubungan dengan penghormatan terhadap tamu. Allah SWT. berfirman:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/fiqih-bertetangga-keutamaan-memuliakan-tamu\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5078 aligncenter size-full\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/dalil-memuliakan-tamu.jpg\" alt=\"dalil memuliakan tamu\" width=\"1600\" height=\"623\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Juga firman Nya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/fiqih-bertetangga-keutamaan-memuliakan-tamu\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5075 aligncenter size-full\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/dalil-memuliakan-tamu-2.jpg\" alt=\"dalil memuliakan tamu\" width=\"1600\" height=\"623\" \/><\/a><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"># Hadits Memuliakan Tamu<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Abu Hurairah ra meriwayatkan sebuah hadits, bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/fiqih-bertetangga-keutamaan-memuliakan-tamu\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5084 aligncenter size-full\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-memuliakan-tetangga-2.jpg\" alt=\"hadits memuliakan tetangga\" width=\"1600\" height=\"623\" \/><\/a><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/adab-bertetangga\/\">Adab Bertetangga: Cara Memuliakan Tetangga<\/a><\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari Abu Syuraih Khuwailid bin &#8216;Amr ra berkata, &#8220;Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/fiqih-bertetangga-keutamaan-memuliakan-tamu\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5080 aligncenter size-full\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-memuliakan-tamu-3.jpg\" alt=\"hadits memuliakan tamu\" width=\"1600\" height=\"623\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam riwayat Imam Muslim diriwayatkan:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/fiqih-bertetangga-keutamaan-memuliakan-tamu\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5076 aligncenter size-full\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/dalil-memuliakan-tamu-4.jpg\" alt=\"dalil memuliakan tamu\" width=\"1600\" height=\"623\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits tentang penghormatan Rasulullah SAW. terhadap tamunya. Abu Hurairah berkata:<\/p>\n<blockquote><p>Ada seorang pria datang menemui Rasulullah SAW. lalu Beliau mengirimnya ke rumah isteri-isteri Beliau. Mereka berkata, &#8220;Kami tidak memiliki kecuali air.&#8221; Rasulullah SAW. bertanya, &#8220;Siapa yang mau menjamu tamu ini?\u201d Ada seorang dari Anshar berkata, &#8220;Saya.&#8221; Lalu, dia menemui isterinya dan berkata, \u201cHormatilah tamu Rasulullah SAW.&#8221;. Isterinya berkata, \u201cKita tidak punya apa-apa kecuali makanan untuk anak bayi.&#8221; Pria itu berkata, &#8220;Siapkanlah makananmu itu dan perbaikilah lampumu lalu tidurkanlah bayimu, jika mereka akan makan. Isterinya lalu mempersiapkan makanannya dan memperbaiki lampunya. Isterinya seolah-olah memperbaiki lampunya dan kemudian mematikannya. Kedua suami isteri itu menampakkan diri mereka sedangkan makan dan bermalam dalam keadaan kenyang. Ketika pagi, dia pergi menemui Rasulullah SAW.. Beliau bersabda, &#8220;Allah SWT. tertawa karena perbuatan kalian berdua. Selanjutnya Allah SWT. menurunkan firmannya,<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/fiqih-bertetangga-keutamaan-memuliakan-tamu\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5077 aligncenter size-full\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/dalil-memuliakan-tamu-5.jpg\" alt=\"dalil memuliakan tamu\" width=\"1600\" height=\"623\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di dalam riwayat shahih dituturkan, bagaimana generasi-generasi awal Islam memuliakan tamunya sedemikian rupa sehingga seakan-akan rela mengorbankan kepentingan keluarga dan anaknya. Mereka lebih mengutamakan tamunya di atas kepentingan dirinya sendiri dan keluarganya, demi meraih keberkahan dan pahala ikram al-dluyuf (memuliakan tamu). Muhammad ibnu Ziyad berkata:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/fiqih-bertetangga-keutamaan-memuliakan-tamu\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5081 aligncenter size-full\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-memuliakan-tamu.jpg\" alt=\"hadits memuliakan tamu\" width=\"1600\" height=\"806\" \/><\/a><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"># Memuliakan Tamu Merupakan Tradisi Mulia<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memuliakan tamu merupakan tradisi mulia yang telah mengantarkan umat Islam mencapai kedudukan tertinggi dan termulia di antara umat-umat lain. Betapa banyak orang kafir tertawan hatinya menyaksikan perilaku luhur kaum Muslim, dan tidak sedikit di antara mereka masuk ke dalam agama Islam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sayangnya, tradisi mulia itu mulai memudar dan hampir-hampir sirna, akibat diterapkannya aturan-aturan sekuler-kapitalistik di tengah-tengah masyarakat. Sesama Muslim menjadi asing dan berjauhan, tidak menghormati dan melayani tamu dengan cara yang makruf, bahkan tidak sedikit di antara mereka yang mengusir tamu-tamunya.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/tetangga-yang-baik\/\">Penting Banget! Pilihlah Tetangga Yang Baik Sebelum Membeli Rumah<\/a><\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Daftar Pustaka<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Syamsuddin Ramadlan an-Nawiy, Fathiy (2018). Fiqih Bertetangga. Bogor: Al Azhar Fresh Zone Publishing.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di banyak hadits, Rasulullah SAW. memerintahkan kaum Muslim untuk memuliakan tamu, memenuhi haknya, dan memperlakukannya dengan cara yang makruf.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12134,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"chat","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","_gspb_post_css":"","_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","footnotes":""},"categories":[10,15],"tags":[207,245,259,360,457],"acf":[],"taxonomy_info":{"category":[{"value":10,"label":"Rumahku Surgaku"},{"value":15,"label":"Akhlak"}],"post_tag":[{"value":207,"label":"dalil memuliakan tamu"},{"value":245,"label":"fiqih bertetangga"},{"value":259,"label":"hadits memuliakan tamu"},{"value":360,"label":"keutamaan memuliakan tamu"},{"value":457,"label":"memuliakan tamu"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Keutamaan-Memuliakan-Tamu-1024x706.jpg",1024,706,true],"author_info":{"display_name":"Hasannudin","author_link":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/author\/hasannudin\/"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":10,"name":"Rumahku Surgaku","slug":"rumahku-surgaku","term_group":0,"term_taxonomy_id":10,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":274,"filter":"raw","cat_ID":10,"category_count":274,"category_description":"","cat_name":"Rumahku Surgaku","category_nicename":"rumahku-surgaku","category_parent":0},{"term_id":15,"name":"Akhlak","slug":"akhlak","term_group":0,"term_taxonomy_id":15,"taxonomy":"category","description":"Baik tidaknya seseorang bisa dilihat dari akhlaknya. Akhlak melekat pada diri seseorang ketika melakukan suatu perbuatan.","parent":0,"count":27,"filter":"raw","cat_ID":15,"category_count":27,"category_description":"Baik tidaknya seseorang bisa dilihat dari akhlaknya. Akhlak melekat pada diri seseorang ketika melakukan suatu perbuatan.","cat_name":"Akhlak","category_nicename":"akhlak","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":207,"name":"dalil memuliakan tamu","slug":"dalil-memuliakan-tamu","term_group":0,"term_taxonomy_id":207,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":245,"name":"fiqih bertetangga","slug":"fiqih-bertetangga","term_group":0,"term_taxonomy_id":245,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":5,"filter":"raw"},{"term_id":259,"name":"hadits memuliakan tamu","slug":"hadits-memuliakan-tamu","term_group":0,"term_taxonomy_id":259,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":360,"name":"keutamaan memuliakan tamu","slug":"keutamaan-memuliakan-tamu","term_group":0,"term_taxonomy_id":360,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":457,"name":"memuliakan tamu","slug":"memuliakan-tamu","term_group":0,"term_taxonomy_id":457,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5071"}],"collection":[{"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5071"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5071\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13485,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5071\/revisions\/13485"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12134"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5071"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5071"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5071"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}