{"id":4643,"date":"2019-11-20T12:00:06","date_gmt":"2019-11-20T05:00:06","guid":{"rendered":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/?p=4643"},"modified":"2021-06-18T07:22:51","modified_gmt":"2021-06-18T07:22:51","slug":"tidak-menggunjing-dan-memfitnah-tetangga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/tidak-menggunjing-dan-memfitnah-tetangga\/","title":{"rendered":"Cara Memuliakan Tetangga 3#: Tidak Menggunjing Tetangga"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Ada banyak cara memuliakan tetangga, salah satunya adalah dengan tidak memfitah dan menggunjing tetangga. Seorang Muslim wajib menjaga lisannya dari ghibah dan perkataan keji. Al-Qur\u2019an dan sunnah mencela pergunjingan dan memfitnah orang lain. Allah SWT. berfirman:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/alquran-tentang-tetangga\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4579 aligncenter size-full\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/alquran-tentang-tetangga.jpg\" alt=\"alquran tentang tetangga\" width=\"1600\" height=\"1087\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Allah SWT. mengharamkan ghibah (mengungkap aib saudaranya). Orang yang gemar mengghibah ditamsilkan dengan sebuah perumpamaan, \u201cseperti memakan bangkai saudaranya sendiri.\u201d Tamsil semacam ini menunjukkan, bahwa ghibah merupakan perbuatan keji dan menjijikan. Sebab, tidak satupun orang yang mau memakan bangkai saudaranya yang telah mati.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">Hadits Tentang Tetangga<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud diterangkan tentang definisi ghibah. Dari Abu Hurairah diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. ditanya tentang ghibah:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/hadits-tentang-tetangga-26\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4566 aligncenter size-full\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-9-1.jpg\" alt=\"hadits tentang tetangga\" width=\"1600\" height=\"688\" srcset=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-9-1.jpg 1600w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-9-1-480x206.jpg 480w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-9-1-640x275.jpg 640w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-9-1-720x310.jpg 720w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-9-1-960x413.jpg 960w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-9-1-1168x502.jpg 1168w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-9-1-1440x619.jpg 1440w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-9-1-300x129.jpg 300w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-9-1-768x330.jpg 768w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-9-1-1024x440.jpg 1024w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-9-1-1536x660.jpg 1536w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-9-1-1568x674.jpg 1568w\" sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Musa ra, bahwasannya ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW.:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/hadits-tentang-tetangga-27\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4567 aligncenter size-full\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-10-1.jpg\" alt=\"hadits tentang tetangga\" width=\"1600\" height=\"688\" srcset=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-10-1.jpg 1600w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-10-1-480x206.jpg 480w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-10-1-640x275.jpg 640w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-10-1-720x310.jpg 720w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-10-1-960x413.jpg 960w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-10-1-1168x502.jpg 1168w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-10-1-1440x619.jpg 1440w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-10-1-300x129.jpg 300w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-10-1-768x330.jpg 768w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-10-1-1024x440.jpg 1024w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-10-1-1536x660.jpg 1536w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-10-1-1568x674.jpg 1568w\" sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari Sahl bin Sa\u2019d dituturkan, bahwa Rasulullah bersabda:<\/p>\n<blockquote><p>Barangsiapa yang berani memberi jaminan kepadaku atas selamatnya apa yang ada diantara dua tulang mulutnya dan apa yang ada diantara dua pahanya, maka aku berani memberi jaminan surga kepadanya (HR. Imam Bukhari dan Muslim).<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari \u2018Aisyah ra. Ummul Mukminin, bahwasannya ia pernah berkata kepada asulullah SAW.:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/hadits-tentang-tetangga-28\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4568 aligncenter size-full\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-11-1.jpg\" alt=\"hadits tentang tetangga\" width=\"1600\" height=\"688\" srcset=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-11-1.jpg 1600w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-11-1-1024x440.jpg 1024w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-11-1-768x330.jpg 768w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-11-1-480x206.jpg 480w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-11-1-640x275.jpg 640w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-11-1-720x310.jpg 720w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-11-1-960x413.jpg 960w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-11-1-1168x502.jpg 1168w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-11-1-1440x619.jpg 1440w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-11-1-300x129.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika sesorang tidak mampu menjaga lidahnya dari ghibah dan fitnah, lebih baik ia diam dan sedikit berbicara. Tindakan semacam ini lebih baik, dan lebih menyelamatkan. Dalam banyak riwayat, Rasulullah SAW. memerintahkan kau Muslim untuk menjauhkan diri dari pembicaraan yang sia \u2013 sia. Beliau juga menyanjung keutamaan orang yang sedikit bicara untuk menjaga hati dan lisan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW. dituturkan bahwa Beliau SAW. bersabda:<\/p>\n<blockquote><p>Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya ia selalu berkata baik atau diam (HR. Imam Bukhari dan Muslim).<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam riwayat lain dututurkan, bahwa Rasulullah SAW. berkata:<\/p>\n<blockquote><p>Janganlah kamu sekalian banyak bicara, kecuali untuk dzikir kepada Allah. Sebab, banyak bicara pada selain dzikir kepada Allah akan menyebabkan kerasnya hati, dan orang yang paling jauh dari sisi Allah SWT. adalah orang yang keras hatinya (HR. Imam Tirmidziy).<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari \u2018Uqbah bin \u2018Amr ra dikisahkan, bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cWahai Rasulullah, apakah yang dapat menyelamatkan?\u201d Rasulullah SAW. menjawab, \u201cKekanglah lidahmu, tetaplah dalam rumahmu, dan tangisilah dosamu.\u201d (HR. Imam Tirmidziy).<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari Sa\u2019id al-Khudriy ra dari Mabi SAW. diriwayatkan bahwasannya Rasulullah SAE. bersabda:<\/p>\n<blockquote><p>Apabila datang waktu pagi, maka semua anggota badan manusia mengingatkan kepada lidahnya. Anggota \u2013 anggota badan itu berkata, \u201cTakutlah kepada Allah dalam memelihara keselamatan kami, karena nasib kami tergantung kepadamu, bila kamu lurus, kami pun lurus, dan bila kamu menyeleweng, kami pun menyeleweng.\u201d (HR. Imam Tirmidziy)<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sebuah riwayat yang diketengahkan Imam Tirmidziy dijelaskan bahwa kunci meraih keluhuran jiwa adalah menjaga lisan. Mu\u2019adz ra berkata:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/hadits-tentang-tetangga-30\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4570 aligncenter size-full\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/hadits-tentang-tetangga-13-1.jpg\" alt=\"hadits tentang tetangga\" width=\"1600\" height=\"1524\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tetangga yang baik adalah tetangga yang selalu menjaga lisan dari perkataan sia \u2013 sia. Ia menyadari sepenuhnya bahwa lisan yang tidak terjaga akan menjerumuskan dirinya ke dalam fitnah dan permusuhan. Betapa banyak orang menderita akibat lisan yang tidak terjaga; dan betapa banyak perselisihan dan permusuhan, akibat lidah yang tidak terkontrol.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/fiqih-bertetangga-keutamaan-memuliakan-tetangga\/\">Fiqih Bertetangga : Keutamaan Memuliakan Tetangga<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Percakapan antara tetangga yang tak terkendali dan melantur, acapkali menjadi sumber pergunjingan, fitnah, serta kebohongan \u2013 kebohongan. Ketika percakapan melantur dan tidak terkendali, harus segera dialihkan pada percakapan lain yang bermanfaat. Jika tidak sanggup mengalihkan, percakapan dihentikan sementara waktu, dan ia harus segera meninggalkan forum tersebut. Sikap ini diambil agar seseorang Muslim tidak terjatuh pada perbuatan haram, sekaligus mengingatkan orang \u2013 orang yang terlibat dalam pembicaraan sia \u2013 sia itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akrab dengan tetangga merupakan tindakan terpuji. Namun demikian, akrab dengan tetangga tidak berarti mengorbankan prinsip halal dan haram. Baik dengan tetangga tidak boleh diartikan selalu kompak dan mengikuti tetangga. Baik kepada tetangga harus direflesikan dengan berbuat baik kepada mereka dan menjaga mereka dari tindak maksiat dan dosa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menjaga lisan dari pergunjingan sama artinya telah menjaga kohormatan saudara lain. Perhatikan sabda Rasulullah SAW. tatkala di Haji Wada\u2019:<\/p>\n<blockquote><p>Sesungguhnya darahmu, hartamu, dan kehormatan dirimu itu haram diganggu, sebagaimana haramnya harimu ini di bulanmu ini, dan di negerimu, hingga hari kalian berjumpa dengan Rabb kalian. Ingatlah, bukankah aku telah menyampaikannya? (HR. Imam Bukhari dan Muslim).<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam riwayat lain disampaikan bahwa Rasulullah SAW. pernah bersabda:<\/p>\n<blockquote><p>Setiap Muslim terhadap Muslim yang lain itu haram; darahnya, kehormatan dirinya, dan hartanya (HR. Imam Muslim).<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat Rasulullah SAW. dimi\u2019rajkan oleh Allah SWT., beliau bercerita:<\/p>\n<blockquote><p>Ketika aku dimi\u2019rajkan, aku melewati suatu kaum yang mempunyai kuku dari tembaga dimana mereka mencakar \u2013 cakar muka dan dada mereka. Lalu, aku bertanya, \u201cSiapakah mereka wahai Jibril?\u2019 Jibril menjawab, \u201cMereka adalah orang \u2013 orang yang suka memakan daging sesama manusia dan mengganggu kehormatan sesama manusia (maksudnya: suka menggunjing).\u201d (HR. Imam Abu Dawud).<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sesorang Muslim wajib menjauhi perbuatan menggunjing, lebih \u2013 lebih lagi menyebarkan fitnah diantara sesama Muslim. Selain hukumnya haram, perbuatan semacam ini akan mengantarkan kepada perpecahan dan terhinanya kehormatan saudara \u2013 saudara Muslim yang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memuliakan tetangga tidak hanya dilakukan dengan cara memperhatikan urusan \u2013 urusan mereka, akan tetapi juga dilakukan dengan cara tidak menggunjing dan memfitnah mereka.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/fiqih-bertetangga\/\">Fiqih Bertetangga : Tetangga Dekat Dan Tetanga Jauh<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orang yang gemar menggunjing tetangga ditamsilkan dengan sebuah perumpamaan, \u201cseperti memakan bangkai saudaranya sendiri.\u201d<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12169,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"chat","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","_gspb_post_css":"","_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","footnotes":""},"categories":[10,15],"tags":[148,451,469,768],"acf":[],"taxonomy_info":{"category":[{"value":10,"label":"Rumahku Surgaku"},{"value":15,"label":"Akhlak"}],"post_tag":[{"value":148,"label":"Cara Memuliakan Tetangga"},{"value":451,"label":"memfitnah tetangga"},{"value":469,"label":"Menggunjing Tetangga"},{"value":768,"label":"tetangga"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Cara-Memuliakan-Tetangga-3-Tidak-Menggunjing-Tetangga-1024x706.jpg",1024,706,true],"author_info":{"display_name":"Hasannudin","author_link":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/author\/hasannudin\/"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":10,"name":"Rumahku Surgaku","slug":"rumahku-surgaku","term_group":0,"term_taxonomy_id":10,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":274,"filter":"raw","cat_ID":10,"category_count":274,"category_description":"","cat_name":"Rumahku Surgaku","category_nicename":"rumahku-surgaku","category_parent":0},{"term_id":15,"name":"Akhlak","slug":"akhlak","term_group":0,"term_taxonomy_id":15,"taxonomy":"category","description":"Baik tidaknya seseorang bisa dilihat dari akhlaknya. Akhlak melekat pada diri seseorang ketika melakukan suatu perbuatan.","parent":0,"count":27,"filter":"raw","cat_ID":15,"category_count":27,"category_description":"Baik tidaknya seseorang bisa dilihat dari akhlaknya. Akhlak melekat pada diri seseorang ketika melakukan suatu perbuatan.","cat_name":"Akhlak","category_nicename":"akhlak","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":148,"name":"Cara Memuliakan Tetangga","slug":"cara-memuliakan-tetangga","term_group":0,"term_taxonomy_id":148,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":8,"filter":"raw"},{"term_id":451,"name":"memfitnah tetangga","slug":"memfitnah-tetangga","term_group":0,"term_taxonomy_id":451,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":469,"name":"Menggunjing Tetangga","slug":"menggunjing-tetangga","term_group":0,"term_taxonomy_id":469,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":768,"name":"tetangga","slug":"tetangga","term_group":0,"term_taxonomy_id":768,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":8,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4643"}],"collection":[{"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4643"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4643\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12614,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4643\/revisions\/12614"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12169"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4643"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4643"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4643"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}