{"id":14473,"date":"2022-09-10T13:04:23","date_gmt":"2022-09-10T06:04:23","guid":{"rendered":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/?p=14473"},"modified":"2023-01-18T16:19:08","modified_gmt":"2023-01-18T09:19:08","slug":"kredit-rumah-apakah-termasuk-riba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/kredit-rumah-apakah-termasuk-riba\/","title":{"rendered":"Kredit Rumah Apakah Termasuk Riba"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Kredit rumah apakah termasuk riba? Lalu bagaimana bagi seorang muslim yang ingin memiliki rumah dengan cara ini? Yuk kupas tuntas dengan disertai dalil yang rajih (kuat).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Seiring dengan tren naiknya harga rumah, membuat banyak orang mengalami kesulitan untuk membeli rumah secara tunai. Tidak sedikit orang yang yang mengambil solusi dengan membeli rumah secara kredit atau dikenal dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Sayangnya metode ini dinilai menyalahi syariat Islam karena terdapat unsur riba. Benarkah demikian?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kredit Rumah Termasuk Riba Kalau \u2026<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Sebelum menjawab pertanyaan kredit rumah apakah termasuk riba, mari kita kenali lebih dekat apa itu Kredit Pemilikan Rumah (KPR). <strong>KPR adalah<\/strong> fasilitas pembiayaan atau pinjaman yang diberikan pihak bank kepada pembeli rumah dalam jangka waktu tertentu dengan sejumlah bunga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Pada skema KPR, pihak bank memberikan pinjaman kepada nasabahnya untuk membeli rumah. Kemudian nasabah tersebut akan membayar pinjaman tersebut dengan mengangsur sesuai dengan tenor yang telah disepakati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Setidaknya ada 3 pihak yang terlibat pada skema KPR, yaitu bank (lembaga pembiayaan), developer (penjual), dan pembeli rumah (nasabah). Dengan skema sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Setelah melengkapi persyaratan administratif (KK, KTP, Slip Gaji), nasabah membayar sejumlah Down Payment (DP) kepada developer. Misalnya 30% dari harga rumah.<\/li>\n\n\n\n<li>Nasabah mengajukan pembiayaan KPR kepada Bank. Nilainya sama dengan sisa harga rumah yang belum dibayar, misalnya 70%.<\/li>\n\n\n\n<li>Nasabah membayar pembiayaan atau pinjaman tersebut hingga lunas, disertai bunga.<\/li>\n\n\n\n<li>Rumah yang dibeli dijadikan jaminan (anggunana). Jika nasabah tidak bisa melunasinya akan dikenakan sita, sedangkan jika mengalami keterlambatan akan dikenakan denda.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Berdasarkan skema tersebut, kredit rumah apakah termasuk riba? Ya, <strong>KPR mengandung riba dan termasuk kategori haram menurut syariah Islam, dengan 3 alasan<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Terdapat Riba<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Saat nasabah melakukan muamalah dengan bank terjadi riba. Riba tersebut berupa tambahan atas pokok pinjaman atau lebih dikenal dengan bunga. Para ulama telah sepakat bahwa setiap tambahan yang terdapat pada akad pinjaman (qardh) adalah riba serta hukumnya haram.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Imam Ibnul Mundzir menjadi salah satu ulama berpendapat demikian,<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"312\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ibnul-Mundzir-Al-Ijma-hlm-109.webp\" alt=\"Ibnul Mundzir, Al Ijma, hlm 109\" class=\"wp-image-14481\" srcset=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ibnul-Mundzir-Al-Ijma-hlm-109.webp 800w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ibnul-Mundzir-Al-Ijma-hlm-109-300x117.webp 300w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ibnul-Mundzir-Al-Ijma-hlm-109-768x300.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Begitu pula Imam Ibnu Taimiyah memiliki pendapat yang sama,<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"312\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Majmuul-Fatawa-Juz-29-hlm.-334.webp\" alt=\"(Majmu\u2019ul Fatawa, Juz 29 hlm. 334)\" class=\"wp-image-14478\" srcset=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Majmuul-Fatawa-Juz-29-hlm.-334.webp 800w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Majmuul-Fatawa-Juz-29-hlm.-334-300x117.webp 300w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Majmuul-Fatawa-Juz-29-hlm.-334-768x300.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penting:<\/strong><br>Terdapat akad pinjaman (qardh) pada skema KPR. Setiap tambahan atas pinjaman tersebut adalah riba dan hukumnya haram.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Menjadikan Objek Jual Beli Sebagai Jaminan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Pada KPR, rumah sebagai objek jual beli dijadikan jaminan (rahn) oleh konsumen. Menurut syariah aktifitas menjaminkan barang yang diperjual belikan (rahn al mabi\u2019) adalah dilarang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Hal tersebut didasarkan pada pendapat Imam Syafi\u2019i yang dikutip oleh Ibnu Qudamah dalam kitab Ar Rahn.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"312\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ibnu-Qudamah-al-Mughni-4-285-Kitab-ar-Rahn.webp\" alt=\"(Ibnu Qudamah, al-Mughni, 4 285, Kitab ar Rahn)\" class=\"wp-image-14477\" srcset=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ibnu-Qudamah-al-Mughni-4-285-Kitab-ar-Rahn.webp 800w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ibnu-Qudamah-al-Mughni-4-285-Kitab-ar-Rahn-300x117.webp 300w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ibnu-Qudamah-al-Mughni-4-285-Kitab-ar-Rahn-768x300.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Imam Ibnu Hajar Al Haitami pun memiliki pendapat yang sama:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"312\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ibnu-Hajar-al-Haitami-al-Fatawa-al-Fiqhiyah-al-Kubra-2279.webp\" alt=\"(Ibnu Hajar al Haitami, al Fatawa al Fiqhiyah al Kubra, 2279)\" class=\"wp-image-14476\" srcset=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ibnu-Hajar-al-Haitami-al-Fatawa-al-Fiqhiyah-al-Kubra-2279.webp 800w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ibnu-Hajar-al-Haitami-al-Fatawa-al-Fiqhiyah-al-Kubra-2279-300x117.webp 300w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ibnu-Hajar-al-Haitami-al-Fatawa-al-Fiqhiyah-al-Kubra-2279-768x300.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Begitu pula dengan pendapat Imam Ibnu Hazm,<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"312\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ibnu-Hazm-al-Muhalla-3-417-masalah-1228.webp\" alt=\"(Ibnu Hazm, al Muhalla, 3 - 417, masalah 1228)\" class=\"wp-image-14483\" srcset=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ibnu-Hazm-al-Muhalla-3-417-masalah-1228.webp 800w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ibnu-Hazm-al-Muhalla-3-417-masalah-1228-300x117.webp 300w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ibnu-Hazm-al-Muhalla-3-417-masalah-1228-768x300.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Diberlakukan Denda atau Penalti<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Pada skema KPR, pihak bank memberlakukan denda atau penalti kepada konsumen yang menyalahi Perjanjian Kredit (PK). Misalnya saat nasabah terlambat membayar angsuran per bulan. Begitu pula saat nasabah ingin melunasi sisa angsuran lebih awal dari waktu yang telah disepakati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Jika ditelaah lebih jauh, denda atau penalti termasuk riba. Karena hal tersebut adalah tambahan atas pokok pinjaman. Sehingga menurut syariah denda atau penalti pada KPR adalah haram.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/perbedaan-kpr-syariah-dan-kpr-konvensional-2\/\" class=\"ek-link\">7 Perbedaan KPR Syariah Dan KPR Konvensional Yang Harus Anda Ketahui<\/a><\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kredit Rumah Tidak Termasuk Riba Asal\u2026<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Salah satu alasan terjadinya riba pada saat kredit rumah adalah karena adanya tambahan atas pokok pinjaman. Berbeda halnya jika kredit rumah dilakukan dengan akad jual beli kredit. Hal ini dibolehkan oleh syariah. Dalam fiqih, kegiatan ini dikenal sebagai <em>al-bai` bi at-taqsith<\/em><code> atau <em>al-bai` bi ad-dain<\/em><\/code> atau <em>al-bai&#8217; li-ajal<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Prinsip jual beli kredit adalah adanya penyerahan barang atau objek jual beli dari penjual kepada pembeli saat akad, dengan pembayaran yang tertunda. Pembayaran tersebut bisa dilakukan secara sekaligus dalam satu waktu ataupun diangsur dalam jangka waktu tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Pada jual beli kredit umumnya harga kredit lebih mahal dibandingkan harga tunai (cash). Selain itu biasanya pembeli barang secara kredit diminta sejumlah Down Payment (DP) tertentu. Misalnya penjual menetapkan harga jual sebuah motor 20 juta untuk pembayaran tunai dan 26 juta jika dibayar secara kredit. Dengan DP angsuran sebesar 6 juta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Kegiatan jual beli kredit seperti ini termasuk hal yang dibolehkan dalam syariah. Jumhur ulama dari empat mazhab seperti Syafi&#8217;iyah, Malikiyah, Hanafiyah, dan Hanabilah membolehkan jual beli kredit. Meski penjual menetapkan harga jual kredit lebih mahal dari harga tunai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Kebolehan aktivitas ini didasarkan pada keumuman dalil-dalil, seperti firman Allah SWT:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"312\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/QS-Al-Baqarah-2-275.webp\" alt=\"(QS Al-Baqarah 2- 275)\" class=\"wp-image-14479\" srcset=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/QS-Al-Baqarah-2-275.webp 800w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/QS-Al-Baqarah-2-275-300x117.webp 300w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/QS-Al-Baqarah-2-275-768x300.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Begitu juga dengan sabda Rasulullah SAW,<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"312\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/HR-Ahmad-dan-Ibnu-Majah.webp\" alt=\"(HR Ahmad dan Ibnu Majah)\" class=\"wp-image-14475\" srcset=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/HR-Ahmad-dan-Ibnu-Majah.webp 800w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/HR-Ahmad-dan-Ibnu-Majah-300x117.webp 300w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/HR-Ahmad-dan-Ibnu-Majah-768x300.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Kata jual beli (al bai) pada hadis di atas bersifat umum. Jual beli kredit termasuk salah satunya. Hal ini diperkuat oleh riwayat yang dinukil pada buku karya Hisyam Barghasy.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"312\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Hisyam-Barghasy-Hukum-Jual-Beli-Secara-Kredit-terj.-hal.-75.webp\" alt=\"(Hisyam Barghasy, Hukum Jual Beli Secara Kredit (terj.), hal. 75)\" class=\"wp-image-14474\" srcset=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Hisyam-Barghasy-Hukum-Jual-Beli-Secara-Kredit-terj.-hal.-75.webp 800w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Hisyam-Barghasy-Hukum-Jual-Beli-Secara-Kredit-terj.-hal.-75-300x117.webp 300w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Hisyam-Barghasy-Hukum-Jual-Beli-Secara-Kredit-terj.-hal.-75-768x300.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Adapun hukum uang muka (DP) dalam islam adalah boleh. Menurut riwayat yang ditulis dalam kitab Al-Buyu&#8217; Al-Qadimah wal Mu&#8217;ashirah, Umar bin Khaththab pernah memberi DP saat membeli rumah kepada Shofwan bin Umayyah.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"312\" src=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Yusuf-As-Sabatin-Al-Buyu-Al-Qadimah-wal-Muashirah-hal.-84.webp\" alt=\"(Yusuf As-Sabatin, Al-Buyu' Al-Qadimah wal Mu'ashirah, hal. 84)\" class=\"wp-image-14480\" srcset=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Yusuf-As-Sabatin-Al-Buyu-Al-Qadimah-wal-Muashirah-hal.-84.webp 800w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Yusuf-As-Sabatin-Al-Buyu-Al-Qadimah-wal-Muashirah-hal.-84-300x117.webp 300w, https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Yusuf-As-Sabatin-Al-Buyu-Al-Qadimah-wal-Muashirah-hal.-84-768x300.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/kpr-syariah-tanpa-bank-2\/\" class=\"ek-link\">Mau Kredit Rumah Tanpa Bank? KPR Syariah Tanpa Bank Solusinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan: Kredit Rumah Apakah Termasuk Riba?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Untuk menjawab pertanyaan \u201c<strong>kredit rumah apakah termasuk riba<\/strong>\u201d? Maka jawabannya <strong>iya kalau akad yang dijalankan adalah pinjaman<\/strong>. Setiap tambahan atas pinjaman adalah riba dan hukumnya haram. Hal ini terjadi saat mengambil KPR dengan pembiayaan dari bank.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\"><strong>Kredit rumah tidak termasuk riba jika akad yang dijalankan adalah jual beli kredit<\/strong>. Penjual menyerahkan objek jual beli saat akad dengan pembayaran secara angsuran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Wallahu a&#8217;lam.<\/em><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/cicilan-kpr-syariah\/\" class=\"ek-link broken_link\">Cicilan KPR Syariah Kok Mahal<\/a><\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber:<br>Ust M Shiddiq Al Jawi. HUKUM KPR (KREDIT PEMILIKAN RUMAH). http:\/\/fissilmi-kaffah. com\/index\/tanyajawab_view\/180<br>Ust M Shiddiq Al Jawi. HUKUM JUAL BELI KREDIT (CICILAN) DAN UANG MUKA. http:\/\/fissilmi-kaffah. com\/index\/tanyajawab_view\/119<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kredit rumah apakah termasuk riba? Lalu bagaimana bagi seorang muslim yang ingin memiliki rumah dengan cara ini? Yuk kupas tuntas dengan disertai dalil yang rajih (kuat).<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14484,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":4,"_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","_gspb_post_css":"","_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","footnotes":""},"categories":[4,5],"tags":[],"class_list":["post-14473","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fiqih-muamalah","category-kpr-syariah"],"acf":[],"taxonomy_info":{"category":[{"value":4,"label":"Fiqih Muamalah"},{"value":5,"label":"KPR Syariah"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Kredit-Rumah-Apakah-Termasuk-Riba.webp",800,533,false],"author_info":{"display_name":"Hasannudin","author_link":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/author\/hasannudin\/"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":4,"name":"Fiqih Muamalah","slug":"fiqih-muamalah","term_group":0,"term_taxonomy_id":4,"taxonomy":"category","description":"Sebagai makhluk sosial tentu menuntut kita untuk bisa berinteraksi sosial dengan sesama. Hal tersebut tentu harus dilandaskan pada syariat yang telah Allah tetapkan. Semoga dengan mempelajari fiqih muamalah, segala aktivitas yang kita lakukan Allah SWT ridhai. Aamiin..","parent":0,"count":49,"filter":"raw","cat_ID":4,"category_count":49,"category_description":"Sebagai makhluk sosial tentu menuntut kita untuk bisa berinteraksi sosial dengan sesama. Hal tersebut tentu harus dilandaskan pada syariat yang telah Allah tetapkan. Semoga dengan mempelajari fiqih muamalah, segala aktivitas yang kita lakukan Allah SWT ridhai. Aamiin..","cat_name":"Fiqih Muamalah","category_nicename":"fiqih-muamalah","category_parent":0},{"term_id":5,"name":"KPR Syariah","slug":"kpr-syariah","term_group":0,"term_taxonomy_id":5,"taxonomy":"category","description":"KPR Syariah merupakan skema pembayaran rumah secara kredit tanpa unsur riba di dalamnya. Yuk kenali lebih jauh mengenai KPR Syariah ini!","parent":4,"count":35,"filter":"raw","cat_ID":5,"category_count":35,"category_description":"KPR Syariah merupakan skema pembayaran rumah secara kredit tanpa unsur riba di dalamnya. Yuk kenali lebih jauh mengenai KPR Syariah ini!","cat_name":"KPR Syariah","category_nicename":"kpr-syariah","category_parent":4}],"tag_info":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14473","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14473"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14473\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14828,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14473\/revisions\/14828"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14484"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14473"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14473"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/shariagreenland.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14473"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}